Reformasi

Standar

Saya sedikit bingung ketika kemarin sore seorang teman meminta kepada saya untuk membuatkan puisi atau tulisan apalah tentang ulang tahun bangkitnya reformasi Karena saya sendiri masih merasa belum mengerti arti kata reformasi itu sendiri.

Semalaman otak saya terus saja bekerja berusaha mengingat-ingat tentang hal itu Dan hasilnya nihil alias nol Karena tak ada satupun kata yang muncul tentang reformasi Huh….lebih baik saya tidur saja, toh saya sudah mengantuk.

Ketika terbangun, entah mengapa yang terlintas dalam pikiran saya adalah membuka kamus lalu mencari kata reformasi lalu menemukan artinya Yap…akhirnya saya menemukannya Ternyata yang tertulis tentang reformasi adalah, yang berarti noun atau kata benda, perubahan secara drastic untuk perbaikan (bidang social, politik, atau agama) dalam suatu masyarakat atau Negara.

Dan kembali saya berkompromi dengan otak saya. Jika yang dimaksud reformasi adalah seperti di atas, lalu apa yang didengungkan orang-orang selama ini tentang reformasi? Perubahan secara drastic untuk perbaikan dalam suatu Negara yang bagaimana yang mereka maksud? Atau mungkin mereka sebenarnya juga tidak tahu arti reformasi seperti saya?

Jika mereka tahu artinya, tapi kenapa yang terjadi ketika reformasi adalah seperti ini? Ketika nama Elang Mulya Lesmana, Hafidin Royan, Hendrawan Sie, dan Heri Hertanto hanya sia-sia saja mengorbankan nyawanya? Ketika dengan sekuat tenaga para sahabat-sahabat kita yang kemudian kita sebut sang pahlawan reformasi itu gugur di tangan para penegak hukum? Ketika tanggal 12 mei 1998 terlanjur dinodai darah cinta mereka pada negeri tercinta ini? Apa itu reformasi? Ketika para petani masih berharap akan ada bulir padi di sawahnya? Ketika para nelayan masih berharap akan ada ikan yang terkait di kailnya? Ketika para buruh masih berharap akan ada karung-karung beras untuk diangkutnya? Ketika para tukang becak masih berharap akan ada orang yang menumpangnya? Ketika para pengemis masih beharap ada sekeping logam yang jatuh ke tangannya? Yang mana yang kalian katakan tentang reformasi? Apa ketika para politikus berlomba-lomba beradu argumentasi? Apa ketika para wakil rakyat berbondong-bondong mencari muka di depan pemilihnya? Apa ketika para mahasiswa berdemo berkoar-koar mengenai ideologinya? Apa ketika para pengusaha dengan bangga mengendarai mobil mewahnya? Apa ketika para pejabat dengan pongah membelanjakan uang korupsinya? Yang mana?

Saya benar-benar tak tahu Yang ada dalam pikiranku mengenai reformasi adalah: Ketika para politikus tak hanya bicara tentang pemikiranya. Ketika para wakil rakyat berlomba menyejahterakan rakyatnya. Ketika para pengusaha dengan bijak membahagiakan pekerjanya. Ketika para pejabat tak lagi berfikir tentang uangnya. Dan ketika semua pemimpin mampu menciptakan senyum di wajah orang yang dipimpinnya. Hanya itu yang ada di dalam pikiran saya saat ini. Tapi ketika saya melihat kenyataan bahwa masih ada petani, nelayan, buruh, dan pengemis juga tetangga saya menangis kelaparan karena tak punya uang untuk membeli beras, apa itu yang terjadi pada 11 tahun kebangkitan reformasi?

Argh… Saya tak sanggup lagi berfikir Sepertinya lebih baik saya tidur, dan kembali merangkai mimpi-mimpi saya tentang negeri yang makmur sejahtera dan berharap ketika nanti saya terbangun semua mimpi saya menjadi nyata.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s